2010, Karyawan dan Pelajar Bogor Wajib Memakai Batik Tradisiku
Diposting Pada 19 Nov 2009
BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, mewajibkan seluruh karyawan dan pelajar di Kota Bogor memakai batik tradisiku yang telah dilaunching Walikota Bogor Diani Boediarto, sebagai batik khas Bogor. Kebijakan penggunaan batik khas tersebut diberlakukan mulai awal 2010 mendatang.
“Kebijakan pemakaian batik asli Bogor bagi para pelajar dan pegawai Pemkot Bogor ini rencananya diberlakukan mulai tahun 2010, mendatang. Kita berharap para karyawan Pemkot, pelajar TK, SD, SMP, dan SMA akan mengenakan batik asli Bogor,” tegas Asisten Administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan, Eddy S. Warsa.
Kata Eddy, tujuan dari pemakaian batik tradisiku oleh para karyawan dan para pelajar ini, untuk lebih mempopulerkan batik asli Bogor kepada masyarakat. Adapun yang dimaksud dan motif dari batik tradisiku, batik asli Bogor yang nanti wajib dipakai itu antara lain motif hujan grimis, kujang dan kijang. Batik tradisiku merupakan hasil kerajian asli rakyat Kota Bogor. “Bogor juga punya batik. Itu yang ingin kita perkenalkan dan masyarakat umum tahu adanya,” urainya.
Demi tercapainya target tahun 2010 batik tradisiku dipakai seluruh karyawan dan pelajar di Kota Bogor, Eddy mengimbau kepada pimpinan SKPD untuk segera menyiapkan pengajuan alokasi anggaran untuk pengadaan pakaian batik bagi para pegawainya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Bogor, Hj. Fauziah Diani Budiarto menyambut baik langkah Pemkot Bogor yang telah turut membantu ikut mempromosikan pengrajin batik. Dia berharap, kehadiran batik Bogor akan membawa nuansa baru bagi dunia usaha pariwisata, di Kota Bogor sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat akan batik khas daerahnya. (Pikiran Rakyat)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah