Miranda Gultom Dipanggil Hari Ini untuk Saksi Nunun
Diposting Pada 30 Jan 2012
Miranda Goeltom
JAKARTA_DAKTACOM: KPK panggil kembali Miranda S Goeltom Senin (30/1) dalam status sebagai tersangaka. Namun pemanggilan terhadap mantan Deputi Gubernur BI itu adalah sebagai saksi bagi Nunun Nurbaeti.
Ketika pemeriksaan Miranda s Goeltom dikonfirmisikan kepada kuasa hukumnya Dodi S. Abdulkodir, ia membenarkan kalau Miranda dipanggil pukul 10. 00 WIB sebagai saksi untuk Nunun, katanya.
Sampai pukul 8.50 WIB, Miranda belum hadir di kantor KPK.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menaikkan status Miranda S Gultom sebagai tersangka dalam kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI). Tak sampai di situ saja, lembaga antikorupsi ini akan tetap memburu aktor-aktor lain di belakang Miranda.
“Tidak (berhenti di Miranda). Kita akan dalami terus. Sampai ketemu aktor-aktor intelektualnya,” tutur Ketua KPK Abraham Samad di sela-sela peluncuran film ‘Kita versus Korupsi’ di Djakarta Teater, Kamis (26/1/2012) malam.
Miranda sendiri kaget mengenai status tersangka yang dikenakan KPK ini. “Sebagai manusia biasa saya terkejut. Karena selama ini saya merasa saya sudah kooperatif dalam setiap pemeriksaan yang dilakukan di KPK. Tapi saya percaya KPK tetap akan melakukan yang seusai dengan amanat mereka di dalam Undang-undang,” ujar Miranda saat ditemui wartawan di kediamannya, Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan.
Miranda berjanji akan menjalani status sebagai tersangka sebagai warga negara yang baik. “Saya akan menjalani status saya sebagai warga negara yang baik meskipun saya terkejut dengan penetapan tersangka ini,” terang perempuan yang mengenakan dress hitam bergaris ini.
Dalam persidangan para anggota DPR periode 1999-2004, terungkap, ada cek pelawat dengan total nilai Rp 24 miliar digelontorkan BII melalui permintaan Bank Arta Graha. Cek pelawat inilah yang akhirnya sampai ke tangan para anggota dewan, dan belakangan diusut oleh KPK. Siapa pihak yang mensponsori digelontornyakannya cek senilai Rp 24 miliar itu detik.com).
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah