JAKARTA -- Partai Buruh mengimbau semua pihak tidak menodai peringatan May Day atau Hari Buruh se-Dunia dengan aksi kekerasan.
“Kepada semua pihak kami mengimbau janganlah kita nodai Hari Buruh dengan kekerasan,” kata Sekjen Partai Buruh Sonny Pudjisasono usai pembukaan Kongres II Partai Buruh di Jakarta, Kamis (29/4) malam.
Kongres yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede tersebut dibuka oleh Sekjen Asosiasi Serikat Buruh se-Dunia Andrew Fisher yang juga presiden Partai Buruh Selandia Baru.
Menurut Sonny, berbagai organisasi serikat buruh telah bersepakat untuk memperingati Hari Buruh secara damai, dan ia berharap kesepakatan itu ditaati.
Ia pun mengimbau pihak-pihak di luar buruh menghormati para buruh yang sedang memperingati Hari Buruh dengan tidak melakukan provokasi yang bisa mengundang terjadinya kekerasan.
Partai Buruh sendiri selain akan mengirim “delegasi” untuk turut aksi damai juga akan menggelar doa bersama pada Jumat (30/4) agar peringatan Hari Buruh berlangsung damai.
Lebih lanjut Sonny mengatakan, sudah saatnya kalangan buruh Indonesia mengkonsolidasikan diri dalam wadah partai politik.
“Karena perjuangan buruh tidak akan efektif jika tidak bisa mengakses lembaga pengambil kebijakan, tidak bisa turut membuat kebijakan,” katanya.
Dalam kongres kali ini, Partai Buruh akan berupaya melakukan perubahan yang revolusioner yang nantinya diharapkan bisa menarik kalangan buruh dari berbagai organisasi bersedia bergabung dan menjadikan Partai Buruh sebagai rumah perjuangan bersama.
Tekad tersebut mendapat dukungan dari Andrew Fisher yang memang sengaja datang untuk melihat secara langsung perjuangan politik kalangan buruh di Indonesia.
“Andrew telah memaklumi bahwa ada perbedaan antara gerakan buruh di Indonesia dengan di luar negeri. Ia berjanji akan memfasilitasi bantuan bimbingan teknis untuk mengembangkan Partai Buruh, tentunya disesuaikan dengan kondisi di Indonesia,” katanya. (mediaindonesia)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah