JAKARTA -- Ribuan pohon yang berada di wilayah DKI Jakarta rawan tumbang, menyusul seringnya terjadi tiupan angin kencang di musim penghujan tahun ini.
Selain karena faktor angin, kerawanan juga diakibatkan karena usia dan kondisi pohon yang banyak berada di median dan pinggir jalan. Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan Pemprov DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan, ribuan pohon tersebut berada di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Namun, pihaknya sudah mengantisipasi dengan melakukan pemangkasan ranting-ranting pohon yang dinilai rawan. “Kami sudah meminta seluruh suku dinas untuk segera melakukan pemangkasan untuk pohon yang dinilai rawan,” katanya.
Dia melanjutkan, dalam melakukan pemangkasan tersebut, pihaknya selalu melakukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti ahli tanaman dan yang lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk melihat seberapa penting pemangkasan dan dahan mana saja yang akan dipangkas. “Kita lihat, apakah dahan itu kosong atau rawan rubuh atau tidak, kalau memang rimbun dan mengkhawatirkan maka akan kita pangkas,” jelasnya.
Sampai kemarin, pihaknya mencatat ada 10.000 pohon lebih yang telah dipangkas. Pemangkasan tersebut juga telah dilakukan sebelum musim penghujan. Kini, pihaknya juga lebih mengintensifkan karena menghadapi musim pancaroba dikhawatirkan angin kencang akan menyapu pohon-pohon atau ranting-ranting tua.
“Kita terus lakukan pemangkasan, jumlahnya itu selalu berubah tiap harinya karena pemangksan memang dilakukan setiap hari,” paparnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan penebangan terhadap pohon-pohon tua yang memang akarnya sudah tidak kuat lagi menahan batangnya. Selain menebang, pihaknya juga melakukan penyemenan bagi pohon-pohon tua yang dinilai tidak terlalu membahayakan.
Seperti yang dilakukan di beberapa taman di DKI Jakarta. “Kemarin kita lakukan penyemenan akar di Taman Suropati, Jakarta Pusat. Ada beberapa pohon yang kita semen, itu juga kita lihat usianya. Lagipula, dahannya masih sangat kokoh hanya akarnya yang keluar,” tuturnya.
Walaupun begitu, pihaknya akan terus melakukan pemangkasan untuk pohon-pohon tua. Sementara, terkait adanya korban akibat tertimpa pohon. Pihaknya hanya memberikan uang kerohiman bukan asuransi, hal tersebut juga dilihat apakah memang ada unsur kecelakaan bukan kesengajaan. “Kalau dia itu menabrak itu namanya memang sengaja bukan pohon itu tumbang akibat tua,” tukasnya.
Sementara, Staf BMKG Taufik Isnanto mengatakan, dalam beberapa hari terakhir ini mencatat akan terjadi hujan disertai petir dan angin kencang. “Memang masih akan terjadi hujan disertai angin dan petir, tapi intensitasnya tidak terlalu besar,” jelasnya. Walaupun begitu, pihaknya mengharapkan masyarakat untuk lebih waspada bila beraktifitas di luar rumah.(Helmi Syarif/Koran SI/ful/okezone)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah