Dari kiri Aefatudin, M. Furkon, dan Nyimas Sakuntala Dewi, daalam debat Pemuda
BEKASI_DAKTACOM: Memanasnya suasana jelang Musyawarah Kota (Muskot) KNPI ke 4 kota Bekasi, membuat Nyimas Sakuntala Dewi, turun gunung membedah siapa yang pantas menjadi Ketua KNPI kota Bekasi.
Untuk membedah siapa yang pantas jadi Ketua KNPI Kota Bekasi, Radio Dakta, bekerjasama dengan Harian Bekasi Ekspres dan Klikm, menggelar debat visi membangun kemandirian Pemuda Bekasi, yang disiarkan langsung Radio Dakta, dari Griya Agussalim, Bekasi Timur, Rabu (8/2/12).
Tampil sebagai narasumber wartawan senior Aefatudin dari harian Bekasi Ekspres, bersama para calon Ketua KNPI Furkon, Muhamad Jupri, Indera Hermawan. Mereka duduk bersama menyamakan persepsi membangun kembali organisasi KNPI.
“Ada indikasi politik uang dan politik penguasa dalam Muskot KNPI di Bekasi. Karena itu saya sangat menyayangkan sekali adanya hal demikian” kata Furkon.
Sementara, Bunda Sakuntala Dewi menegaskan ada politik uang yang berseliweran di arena Muskot. Akibat dari permainan uang ini, Muh.Jupri, salah satu calon kandidat dari OKP. PMII tidak dapat maju karena tidak punya uang.
“Politik uang terlihat nyata karena ananda Jupri tidak masuk dalam salah satu kandidat” kata Nyimas menegaskan.
Dutambahkan, jika politik uang masih berlaku mau dibawa kemana KNPI, katanya dengan nada bertanya.
Kalau uang yang menentukan sesorang jadi Ketua KNPI lantas mau dibawa kemana KNPI ini. Sikap seperti itu sudah melenceng dari tujuan awal membangun generasi muda yang dinamis dan berani, imbuhnya.
“Masih ada 3-5 nilai uang di lapangan, saya minta permainan jorok itu di hentikan” tandasnya.
Sementara Aefatudin, mengatakan adanya nuansa campurtangan penguasa diranah Muskot KNPI memberikan nuansa tidak ada koordinasi ke OKP tetap lebih kental dengan pendekatan satu arah yaitu kepada penguasa.
“Ada upaya upaya politik uang sehingga orang yang terpilih hanya yang punya kepentingan” tambahnya menegaskan.
Aefatudin mengajak kaum muda menjadi pemimpin kota Bekasi kedepan sehingga tidak ada bin bin yang menempel di nama belakang ketua KNPI.
“Misalkan ada yang menyebut Furkon , aka asumsinya Furkon siapa bin siapa ?, apalagi ada Indra bin Rahmat Efendi, itu hanya misal” katanya.
Sementara Indera Hermawan menegaskan keterpanggilanya menjadi calon ketua KNPI untuk menjadikan pemuda berdaya guna dan mandiri.
“Saya tegaskan bagi generasi muda untuk bangkit membangun kota Bekasi”katanya. (Bayu samudra/Inas).
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah