Rony Hermawan saat Sidak di perumahan Green Park (Foto: Bayu Samudra).
BEKASI_DAKTACOM: Komisi B DPRD kota Bekasi desak Pemkot untuk menyegel perumahan Green Park yang berlokasi di kampung Sawah, Kec. Pondok Melati, karena dianggap merugikan konsumen.
Hal itu dikatakan Ronny Hermawan Ketua komisi B DPRD kota Bekasi saat berlangsung Sidak di perumahan Green Park Selasa (7/2/12) bersama 4 anggota DPRD komisi B.
“Kita desak Pemkot Bekasi untuk menyegel perumahan ini. Bahkan saya telah meminta secara lisan kepada satpol PP Edy Rosiadi melakukan penyegelan” katanya bernada mengulang.
Menurutnya seorang konsumen telah mengadukan kepada dpr ri terkait perjanjian rumah yg di bangun dalam kondisi retak retak serta pondasi bangunan yang tidak sesuai kesepakatan awal
“Warga salah satu pemilik rumah sampai melapor ke dpr ri tapi hingga saat ini blm ditanggapai “katanya
Sementara Bambang Estate manager perumahan Green Park mengaku jika sebenarnya Ny. Sintia, hanya komplain tentang pondasi yang tidak sesuai. Dalam perjanjian pondasi dari batu kali tapi yang dipasang beton bertulang ( ada di pagar dan area servis ) tetapi sudah tersiar sampai ke DPR RI, sehingga telah masuk dipemberitaan.
“Ibu Sintia komplain memang, tapi ketika ditelepon kapan bisa ketemu dan perbaikan rumah dirinya gak mau “ujarnya keras
Dirinya mengaku Masalah komplain secara normatif normatif pengembang sudah tidak punya kewajiban lagi tetapi karena peduli maka kita perbaiki sebagai bukti keseriusan pengembang.
“Kita perbaiki sudah mas keretakan ,tapi jika ada isu tentang alamat kantor yang tidak jelas itu salah” tegasnya.
Sementara jalanya Sidak dipimpin oleh Ronny Hermawan ketua komisi B diikuti juga oleh anggota komisi B Budi Prianto, Mulyanto, Sugiharto, Kasatpol PP Edy Rosadi, Camat Pondok Melati, H. Nung, mantan Sekcam Mustika Jaya, Serta Kabid pengawasan bangunan Moh. Sulaiman. (Bayu Samudra/Inas).
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah