Medical Emergency Rescue Committee atau Mer-C Indonesia mendapat kabar dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang berada di atas kapal Mavi Marmara mengalami luka tembak. Satu orang mengalami luka serius.
“Oktavianto Baharudin dari Kispa dan Surya Fahrizal dari Sahabat Al Aqsha,” kata Presidium Mer-C, Joserizal Jurnalis, kepada VIVAnews, Rabu 2 Juni 2010.
Menurut Joserizal, Oktaviano, relawan dari Komite Indonesia Solidaritas untuk Palestina (Kispa), mendapat perawatan di RS Parzilai, Ashikelon. Sedangkan relawan dari Sahabat Al Aqsha-Hidayatullah, Surya Fahrizal, dirawat di RS Ramlah, Haifa.
“Yang lukanya agak parah Oktavianto, mungkin membutuhkan 10 hari perawatan,” ujarnya.
Keduanya mengalami luka tembak saat penyerangan tentara Israel, Senin 31 Mei 2010 dini hari. Joserizal juga mendapat kabar, 10 orang WNI lainnya dalam keadaan selamat.
“10 orang WNI dipenjara di Peersheva. Ketua tim kita tadi malammengontak keluarga sebanyak tiga kali. Dia mengatakan, i will be home soon,” kata dia.
Joserizal meyakini informasi yang didapat dari jaringan Mer-C itu. Kemarin, Kementerian Luar Negeri melansir ada 1 orang WNI mengalami luka-luka dan sisanya selamat.
“Saya yakin informasi kami lebih valid, meski tidak 100 persen. Tapi kami yakin 80-85persen. Saya akan langsung percaya kalau yang bicara adalah orang yang terlibat langsung,” ujarnya lagi.
Berikut ini nama-nama WNI di kapal Mavi Marmara:
Mer-C:
1. Nur Fitri (koordinator)
2. dr Arief Rachman
3. Abdillah Onim
4. Nur Ikhwan
5. M Yasin (tvOne)
Kispa:
1. H Ferry Nur (ketua Kispa)
2. Muhendri Muchtar (wakil ketua Kispa)
3. Hardjito Warno
4. Oktavianto Baharudin
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah