SWEDIA – Lars Vilks sama sekali tak menyesali karikaturnya yang sangat menghina Rasulullah Muhammad saw. Dalam karyanya itu, Vilks yang berasal dari Swedia, menggambarkan Rasul dengan tubuh seekor—maaf—anjing. Menurut Vilks, itu hanya sebuah kebebasan artistik.
“Saya sebenarnya tidak tertarik untuk menyinggung nabi. Inti sebenarnya hanya untuk menunjukkan bahwa Anda bisa,” ujar Vilks dalam sebuah wawancara di Stockholm. “Tidak ada yang begitu suci.”
Vilks mengirimkan gambarnya ke sebuah pameran di sebuah pusat warisan budaya Swedia, namun kemudian menolaknya, dengan alasan keamanan. Tapi sebuah koran Swedia mencetak gambarnya dengan pengantar editorial yang membela kebebasan berekspresi.
Publikasi itu kontan menuai protes dari negara-negara Muslim, dan menghidupkan kembali perdebatan sengit di Barat dan dunia Muslim mengenai kepekaan agama dan batas-batas kebebasan berbicara.
Hal ini juga menyebabkan sejumlah ancaman pembunuhan terhadap Vilks, yang sementara pindah ke sebuah lokasi rahasia. Kepada AP, Vilks, 63 tahun, sekarang membangun sistem pertahanan sendiri, termasuk sebuah ruangan dan kawat berduri yang bisa menyetrum penyusup. Ia juga memiliki sebuah kapak besar untuk berjaga-jaga. “Jika sesuatu terjadi, saya tahu persis apa yang harus dilakukan,” ujar Vilks.
Salah satu yang berniat membunuhnya karena penghinaan kepada Rasulullah Muhammad saw itu adalah Colleen LaRose yang menggunakan nama alias Fatima LaRose, atau juga dikenal sebagai Jihad Jane.
Vilks mengatakan bahwa telah mempelajari dari media Amerika tentang LaRose. “Sata lega dia tidak membunuh saya,” ujar Vilks, dengan setengah tersenyum.
Nalin Pekgul, seorang Muslim moderat dan anggota oposisi Partai Demokrat Sosial, mengatakan kepada Radio Swedia ancaman terhadap Vilks itu tidak dapat diterima, tetapi ia menegaskan bahwa gambar Vilks sangat menyakiti umat Islam.
“Anjing adalah najis. Menggambarkan Nabi Muhammad sebagai anjing seperti mengatakan bahwa Anda najis” kata Pekgul, seorang Kurdi imigran dari Turki. (eramuslim)
One Response to “Lars Viks Tak Menyesal Menghina Nabi Muhammad”
“Kepada AP, Vilks, 63 tahun, sekarang membangun sistem pertahanan sendiri, termasuk sebuah ruangan dan kawat berduri yang bisa menyetrum penyusup. Ia juga memiliki sebuah kapak besar untuk berjaga-jaga.”
Aneh ya, ada orang bikin penjara untuk dirinya sendiri. Bodoh amat dia !!!! Sakian, eh … kasihan deh lu !
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah
“Kepada AP, Vilks, 63 tahun, sekarang membangun sistem pertahanan sendiri, termasuk sebuah ruangan dan kawat berduri yang bisa menyetrum penyusup. Ia juga memiliki sebuah kapak besar untuk berjaga-jaga.”
Aneh ya, ada orang bikin penjara untuk dirinya sendiri. Bodoh amat dia !!!! Sakian, eh … kasihan deh lu !