MESIR – Pada bulan Januari Muhammad Badi terpilih sebagai pemimpin baru Ikhwanul Muslimin. Beberapa anggota senior gerakan oposisi Islam Ikhwanul Muslimin di Mesir telah ditahan.
Mereka termasuk para wakil ketua, Mahmoud Ezzat, kata organisasi. Ikhwanul Muslimin secara resmi dilarang di Mesir akan tetapi anggota-anggotanya telah banyak duduk di kursi parlemen sebagai anggota parlemen independen.
Seorang juru bicara Ikhwanul Muslimin mengatakan penangkapan itu merupakan upaya penguasa untuk menghalangi persiapan dalam pemilihan umum di akhir tahun. Ikhwanul Muslimin telah dilarang dari kegiatan politik terbuka sejak 1954 dan aktivis terkemuka sering ditangkap dan dipenjarakan oleh pihak pemerintah mesir.
Meskipun demikian, anggota Ikhwanul Muslimin berdiri sebagai calon independen yang memenangkan 20% dari kursi pemilihan parlemen terakhir pada tahun 2005, yang terbaik yang pernah dihasilkan.
Pada bulan Januari sebuah gerakan bernama Muhammad Badi, 66 tahun, profesor kedokteran hewan sebagai pemimpin baru.
Ikhwanul Muslimin telah mempengaruhi gerakan-gerakan Islam di seluruh dunia dengan model aktivisme politik yang dikombinasikan dengan kegiatan amal.
Menanggapi penunjukan dirinya sebagai pemimpin baru, Badie mengatakan kepada pers bahwa Ikhwan menolak cara-cara kekerasan, sebaliknya menyokong reformasi secara menyeluruh.
“Kami percaya jalur reformasi dan mengedepankan jalan damai sesuai konstitusi. Kami menolak kekerasan.” ujarnya.
Badie adalah pemimpin kedelapan sejak Ikhwan didirikan 1928 oleh Hassan al-Banna. Dia lahir 1943 di delta Nil, kota Mahalla el-Kubra. Pernah dipenjara selama sembilan tahun karena terlibat dalam sel paramiliter Ikhwan yang melakukan perlawanan terhadap pemerintah.
Ketika dalam bui bersama ribuan aktivis gerakan Islam, Badie terpengaruh oleh pemikiran radikal Sayid Qutub. Setelah keluar, dia bersama teman-teman senasib melanjutkan pemikiran Qutub dan berjuang menegakkan syariah Islam. (cybersabili.com)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah