Dengan meninggalnya 25 jemaah haji sejak Minggu lalu, tercatat 161 jemaah haji Indonesia yang berpulang saat menunaikan rukun Islam kelima itu di Tanah Suci.
Sistem Komunikasi Haji Terpadu (Siskohat) Departemen Agama, Kamis (3/12), mengungkapkan, ke-25 jemaah haji yang meninggal yakni Illah Saiman, 74, asal Bogor, Ny Nurhasanah Anjum, 74, asal Banjar, Syamsudin Rasib, 55, asal Aceh, dan Saefullah Mahfuedz, 82, asal Kebumen.
Kemudian Ny Naseha Ayat, 65, asal Jakarta, Ny Zaenab Rahman, 46, asal Palembang, Mungalim Ismail, 52, asal Banyumas, Ny Sarikatun Suharjo, 69, asal Tulungagung, Prayitno Sumarto, 63, asal Pacitan, Tengku Tua Siregar, 82, asal Parupuk Jae, Sumut, Ahmad Darmawi, 80, asal Kp Tengah, Ny Widjajanarti, 60, asal Bukittinggi.
Selanjutnya Ny Sukimah Sariman, 44, asal Pati, Ny Partinah Karso, 69, asal Kediri, Ny Kodidjah Sueb, 59, M Juned, 84, asal Dhampulo, Aceh, Ny Siti Nafiatun, 75, asal Tulungagung, Ahmad Muhyi, 59, asal Yogyakarta, Ny Mariah Pawijaya, 87, asal Kebumen, Budi Sarmana, 48, Ny Saminem Kamari, 61, asal Jateng dan Ny Kaminem Wongso, 77, asal Bengkulu.
Ny Sarikatun, Prayitno, Ny. Siti Safiatun, Ny. Kaminem, Ny. Omaya, Ahmad Munyi, Budi Sarman, Ny Nurhasanah, Saefullah meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan penyakit jantung.
Sementara Tengku Siregar, Darmawi, Wijayanarti, Ny Risma, Ny Partinah, Ny Kadidjah, Juned, Kemat, Ny Saminem, Illah Saiman, dan Ny Naseha akibat penyakit yang berhubungan dengan fungsi alat pernafasan.
Sedangkan Ny Sukimah akibat terjatuh dari lantai tujuh pondokannya, Ny Zaenab dan Mungalim akibat tumor ganas, Syamsudin akibat pendarahan otak (stroke) dan Ny Mariah akibat penyakit gula. (Mediaindonesia.com)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah