AS Ketakutan Bergabungnya Al Shabaab dengan Al Qaeda
Diposting Pada 12 Feb 2012
WASHINGTON_DAKTACOM: Nampaknya negara teroris Amerika Serikat (AS) ketakutan mendengar kabar bahwa secara resmi Al Shabaab telah bergabung dengan Al Qaeda.
AS mengatakan pada hari Jum’at (11/2/2012), bahwa mereka “lebih prihatin” akan bahaya yang ditimbulkan oleh Al Shabaab (bagi mereka) yang ternyata sekarang telah bergabung dengan Al Qaeda secara resmi.
“Ini buruk dan itu berbahaya dan lebih lanjut untuk keprihatinan serius kita tentang Al Shabaab dan itu merupakan bahaya di bagian dunia”, kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Victoria Nuland.
Kelompok Mujahidin Al Shabaab secara resmi telah bergabung dengan al Qaeda, seperti yang terdapat dalam pesan video terbaru dari amir Al Qaeda, Syeikh Ayman Az-Zawahiri hafidzahullah, yang disebarkan di internet sejak Kamis (9/2).
Al Shabaab tidak hanya terdiri dari para Mujahid asal Somalia saja, namun dalam barisannya terdapat ratusan mujahidin asing dari berbagai negara yang berjuang bersama-sama untuk menggulingkan kekuasaan rezim Somalia yang tidak menerapkan Syari’at Islam secara Kaffah.
Mereka mengontrol sebagian besar Somalia tengah dan selatan walaupun menghadapi serangan-serangan dari pasukan rezim Somalia yang bersekutu dengan pasukan AMISOM.
Tentara musuh dari negara-negara tetangga Somalia bergabung untuk menghadapi mujahidin Al Shabaab – Pasukan Kenya di Selatan, pasukan Ethiopia di Barat, dan pasukan Uni Afrika di Mogadishu terdiri dari 10.000 pasukan dari Uganda, Burundi dan Djibouti untuk membantu pasukan Transisi Federal Somalia (TFG) dalam memerangi Al Shabaab.
Ketika ditanya apakah Washington akan menguji kembali bagaimana mendukung pasukan AU terkait berita bergabungnya Al Shabaab dengan Al Qaeda, Nuland menjawab: “Jelas, kita sedang melihat implikasi apa yang mungkin. Tapi saya tidak ingin untuk memprediksi perubahan dalam kebijakan saat ini”. (arrahmah.com/siraaj/Inas).
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah