Pemimpin Libya Moammar Khadafi memiliki cara unik dalam berdakwah. Akhir pekan lalu pun dia dikelilingi oleh ratusan gadis cantik Italia. Namun, dia bukan ingin menyeleksi para pengawal baru. Lalu?
Sedikitnya 200 gadis belia, pada akhir pekan lalu diundang Khadafi mengikuti pesta mewah yang digelar di Roma. Mereka bukan gadis sembarangan. Sebab, seperti dilansir BBC, Selasa (17/11), Khadafi ikut menyeleksi mereka. Syaratnya, harus cantik, berusia antara 18-35 dan memiliki tinggi badan 170cm.
Untuk berpakaian pun, mereka dikenakan peraturan yang cukup ketat. Mereka yang berbusana dengan dada dan mengenakan rok mini, dipastikan tidak akan boleh ikut. Mereka dibawa datang bersama dengan sejumlah bus ke kawasan perumahan mewah di Roma.
Semua yang datang melewati kamera keamanan yang dipantau di layar monitor di ruang penyambutan. Awalnya, para gadis cantik itu menduga akan ada acara makan malam dengan ragam minuman. Mereka bahkan tidak tahu, siapa penyelenggara pesta itu.
Namun, mereka terkejut karena bukan makanan ataupun minuman yang disajikan. Bahkan, para perempuan itu dibiarkan menunggu. Sebagian dari mereka bahkan menggerutu.
Barulah sejam kemudian jati diri tuan rumah terungkap. Khadafi yang tengah berada di Roma untuk menghadiri pertemuan puncak pangan yang diselenggarakan PBB muncul. Dia berceramah dan berusaha keras meyakinkan para tamunya bahwa Islam tidak meremehkan kaum perempuan seperti dipersepsikan masyarakat Barat.
Selanjutnya, dia menganjurkan agar mereka masuk ke agama Islam. Sekitar dua jam, para gadis cantik itu barulah dipersilakan menikmatai hidangan mewah yang diberikan panitia. Masing-masing dari mereka pulang dengan diberikan uang 50 euro (Rp 750 ribu) dan sebuah kitab suci Al-Quran. (red)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah