ISLAMABAD_DAKTACOM: Pakistan dihujani dengan bermacam-macam krisis, mulai krisis ekonomi, krisis energi, perang dengan militan sekarang krisis politik pun juga melandanya.
Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari tidak khawatir tentang masa depan politiknya sekalipun mengalami persoalan baru sekembalinya dari kunjungan ke Dubai kemarin (13/1), apakah ia dipaksa harus turun jabatan, kata juru bicaranya.
Laporan lain mengatakan, Perdana Menteri, Yousuf Reza Gilani menelepon Komisi Tinggi Inggris untuk Pakistan, Adam Thomson untuk menyatakan kebimbangannya bahwa tentara akan melakukan kudeta, dan ia meminta bantuan London mengenai dirinya.
Zardari menghadapi tekanan semakin kuat dari militer selain Mahkamah Agung untuk mengakhiri pemerintahan pimpinannya sebelum periode berakhir pada 2013.
Di tengah-tengah krisis, Zardari naik pesawat ke Dubai pada Kamis(13/1) selama sehari untuk kunjungan pribadi menghadiri suatu pesta pernikahan, kata juru bicaranya lagi.
Bulan lalu, pemimpin itu ke Dubai untuk menjalani perawatan medis yang memicu rumor bahwa beliau mau turun dari jabatannya.Kepergiannya ke Dubai di tengah-tengah krisis meningkatkan persoalan.
Ia pulang awal kemarin, kata juru bicara Farhatullah Babar. Apakah Zardari khawatir dengan masa depan politiknya, Babar menjawab, “Tentunya tidak. Mengapa ia harus gusar? Ia nyaman dan berada dalam kondisi baik selama ini.”
Parlemen Pakistan bersidang kemarin (13/1) untuk memilih usul menyuarakan dukungan kepada pemerintah.
Tentara yang sudah empat kali kudeta dalam sejarah Pakistan dan masih dipercayai sebagai pelindung negara itu, tidak pernah menyukai Zardari.
Keteganganpun meningkat setelah satu skandal tercetus akhir tahun lalu, melibatkan sekeping catatan tanpa tanda tangan dikirim ke Washington meminta bantuan untuk mencegah kudeta militer setelah serbuan komando Amerika yang membunuh Osama bin Laden, menyebabkan perselisihan tentara dengan pemerintah.
Komisi Mahkamah Agung masih menyelidiki hal itu, yang secara teori bisa menjatuhkan Zardari.
Pengadilan juga memerintahkan pemerintah membuka investigasi korupsi Zardari sejak tahun lalu, tetapi Pemerintah enggan melakukannya. Awal minggu ini, pengadilan mengatakan pihaknya akan memecat Zardari dan Gilani setelah kasus itu. Sesi peradilan oleh hakim diadakan Senin depan.(Cyber Sabili/AP/BH/Inas)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah