Ratu Beatrix Kritik Geert Wilders Berkata Tak karuan
Diposting Pada 15 Jan 2012
Ratu Beatrix
AMSTERDAM_DAKTACOM: Setelah bertubi-tubi dikritik oleh pemimpin anti-Islam Belanda karena memakai jilbab dalam kunjungannya di UEA, sekarang giliran Ratu Belanda, Beatrix, menghantam pemimpin partai anti-Muslim negaranya, Geert Wilders, dengan menyebut kata-kata Geert Wilders yang mengritiknya,sebagai “perkataan yang tidak karuan.
Pernyataan beliau dianggap luar biasa bagi wartawan Belanda yang mengiringinya ke Uni Emirat Arab (UAE) dan Oman, baru-baru ini.
Beatrix memberitahu kepada wartawan, ia memakai tudung kepala tersebut ketika di UAE dan ketika mengunjungi Masjid Besar Sultan Qaboos, hanya untuk menghormati agama Islam.
Ratu Belanda menjawab pertanyaan wartawan mengenai pertanyaan yang dikemukakan di Parlemen oleh Wilders, pemimpin Partai Kebebasan (PVV) yang menuduh tindakan Ratu ketika mengunjungi masjid di Abu Dhabi, Ahad lalu, sebagai bentuk penindasan wanita.
Wartawan yang mengiringi Ratu Beatrix di Muscat pada Kamis (12/1)lalu melaporkan bahwa Beatrix menarik napas panjang sambil berkata ia tidak terkejut dengan apa yang disuarakan oleh Wilders.
Puteri Maxima juga menolak tuduhan Wilders yang menyatakan bahwa dua pertiga pelajar di Abu Dhabi adalah wanita, lapor media Belanda.
Media Eropa menyebut kata-kata yang disampaikan secara terus terang oleh Beatrix itu sebagai pernyataan luar biasa karena ia jarang bersuara terhadap partai politik Belanda sendiri.
Wilders berpendirian menentang jilbab termasuk burqa untuk wanita. Bahkan, pemerintah Belanda sendiri sudah mengumumkan rencana pelarangan burqa.
Di Belanda, ada satu juta umat Islam dari 16.7 juta penduduk negara tersebut, yang kebanyakan adalah imigran dari Turki dan Maroko.
Sementara itu, Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte pula membela tindakan Beatrix.
“Bila ia mengunjungi rumah ibadat, sudah semestinya ia menghormati cara berpakaian (muslim),” kata Rutte dalam jawaban tertulis untuk pertanyaan Wilders di parlemen. (cyber Sabili/Ag/Bh/Inas)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah