TEHERAN_DAKTACOM : Militer AS sedang mempersiapkan kampanye militer
besar-besaran terhadap Iran dengan mengirimkan ribuan tentara Amerika, kapal perang dan persenjataan ke Israel.
Sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan pengerahan
militer AS, rudal anti-kapal dan personil pendukung akan dimulai pada Januari 2012 dan kemudian musim semi ini, lapor Global Research.
Komandan Angkatan Udara AS Ketiga yang berbasis di Jerman Letjen Frank
Gorenc mengatakan, ini bukan hanya sebuah “olahraga,”tetapi “penyebaran,” lapor The Jerusalem Post.
Washington dan Tel Aviv telah merencanakan untuk mengadakan apa yang mereka sebut latihan terbesar militer bersama pada musim semi ini.
Para komandan AS mengunjungi Israel dua minggu lalu untuk mengkonfirmasi rincian penyebaran beberapa ribu tentara Amerika ke Israel.
Jenderal AS juga mengunjungi salah satu dari tiga pos terdepan yang memasang sistem Iron Dome (anti rudal). Angkatan Udara Israel telah mengumumkan rencana untuk menggelar sistem Iron Dome keempat dalam beberapa bulan
mendatang.
Sementara tentara AS akan ditempatkan di Israel untuk jumlah waktu
yang tidak ditentukan, sedangkan personil militer Israel akan ditambahkan ke Komando Amerika Serikat di Eropa (EUCOM) yang berbasis di Jerman.
Gedung Putih telah kembali menyuarakan perang melawan setelah Badan Energi Atom Internasional (IAEA) merilis sebuah laporan pada bulan
November, menuduh Teheran melakukan kegiatan yang berkaitan
dengan pengembangan senjata nuklir dan Iran sangat menolak tuduhan tersebut.
Pada bulan Desember, Angkatan Laut Iran meluncurkan latihan militer besar selama 10 hari di Selat Hormuz yang strategis, untuk menunjukkan bahwa
negara itu siap mempertahankan diri terhadap serangan apapun.
“Kami ingin mengirim pesan ini kepada kekuatan tertentu bahwa Iran
selalu siap untuk mempertahankan diri melawan agresi asing,” kata Angkatan Laut Iran, Laksamana Wakil Komandan Amir Rastegari kepada Press TV.
Sementara itu, Presiden AS Barack Obama pada Sabtu menandatangani sanksi hukum ekonomi dengan menargetkan Bank Sentral Iran dan sektor keuangan.
Langkah-langkah anti-Iran diprovokasi oleh AS dan Israel bertujuan
untuk menolak hak Iran memiliki program nuklir damai.
Teheran, sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir dan
anggota IAEA, telah berulang kali menyatakan bahwa kegiatan nuklirnya
hanya untuk tujuan sipil.(Ag/Sia/Cyber Sabili)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah