Tentara Inggris Yang Pulang Dari Afganistan Hidup Terlunta-Lunta
Diposting Pada 02 Jan 2012
Tentara Inggris di Afganistan mendapat kunjungan perdana menterinya.
LONDON_DAKTACOM: Nasib tentara Inggris yang pulang dari wilayah jajahannya di Afhanistan, sungguh sangat mengenaskan. Mereka tinggal di pinggil rel kereta bagai sampah masyarakat. Demikian dilaporkan sejumah media di Inggris dari hasil invenstigasi yang dilakukan belum lama ini. Jumlah mereka mencapai sepertiga dari total pensiunan militer Inggris.
Seperi dilaporkan ‘Koran Sun’ Inggris, yang dikutip dakta.com, sejumlah tentara yang pulang dari tugas ‘perang Salib’ di Afghan telah dipensiunkan dari militer. Kini sebagian dari mereka hidup di gubuk-gubuk di pinggiran rel kereta api. Di musim dingin, mereka menghadapi cuaca dingin yang membeku. Mereka mempergunakan keahlian tempur mereka untuk bertahan hidup ala hutan, di tengah negara industri yang kononnya menjunjung HAM.
“Kesengsaraan hidup mereka sangat kontras dengan kondisi Departemen Pertahanan Inggris yang memiliki 8000 apartemen kosong dan membutuhkan biaya perawatan 54 juta poundsterling setiap tahunnya” tulis koran Sun.
Jumlah korban tewas dan luka parah di pihak tentara penjajah salibis Inggris di Afghan adalah tertinggi kedua setelah korban di pihak tentara penjajah salibis Amerika. Besarnya korban di pihak tentara salibis Inggris telah mental mereka jatuh ke taraf yang paling rendah. Hal itu memaksa Perdana Mentri Inggris untuk terbang ke Afghan demi menaikkan moral pasukan salibnya. (arrahmah/com/Inas).
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah