LOS ANGELES_DAKTACOM: Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat ( CIA ) memberhentikan operasi serangan Drone atau pesawat remote control terhadap daerah yang menjadi tempat pertemuan militan tingkat rendah di Pakistan.
Hasil itu dibuat setelah ketegangan internal negara sekutu AS Pakistan meningkat menyusul terjadinya serangan Amerika di perbatasan Pakistan yang menewaskan 24 tentara Pakistan.
Serangan rudal drone itu dihentikan di tengah – tengah perdebatan sengit dalam pemerintahan Presiden Barack Obama terhadap masa depan drone milik CIA di Pakistan.
The Los Angeles Times mengutip bahwa para pejabat Amerika mengatakan serangan CIA itu dihentikan tanpa pengumuman terlebih dahulu setelah kedua negara sekutu itu mengakui semakin bersikap kurang percaya satu sama lain.
Hubungan Washington-Islamabad semakin meruncing bulan lalu setelah beberapa serangan udara militer Amerika membunuh 24 tentara Pakistan di perbatasan Afghanistan.
Investigasi bersama Amerika dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyimpulkan insiden itu disebabkan kesalahan komunikasi yang menyebabkan kejadian malang itu . Tetapi , Pakistan menolak hasil investigasi itu.
Serangan rudal drone dihentikan di tengah – tengah perdebatan sengit dalam administrasi Presiden Barack Obama terhadap masa depan pesawat remote control CIA di Pakistan, kata koran itu.
CIA membunuh puluhan pemimpin al Qaeda dan ratusan pejuang tingkat rendah sejak serangan pertama drone pada 2004, tetapi cara ini membuat marah banyak orang Pakistan, kata laporan itu.
Beberapa pejabat di Departemen Negeri dan Dewan Keamanan Nasional mengatakan kebanyakan serangan udara itu tidak memberi hasil yang mendorong, kata koran itu lagi.(cyber Sabili/AFP/Inas)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah