Puluhan Ribu Warga Pakistan Demonstrasi Kutuk NATO dan AS
Diposting Pada 20 Dec 2011
LAHORE_DAKTACOM: Puluhan ribu warga Pakistan berkumpul di kota Lahore, Ahad (18/12) untuk mengutuk NATO dan Amerika Serikat atas pembunuhan 24 prajurit Pakistan di sepanjang perbatasan Afghanistan.
Para demonstran, terutama dari kelompok-kelompok Islam dan partai politik, bersumpah bahwa mereka akan berbaris menuju ibukota Islamabad jika pemerintah tidak membatalkan kesepakatan dengan AS untuk memerangi terorisme.
Kami akan mengadakan pawai menuju ibukota jika pemerintah tidak mencabut perjanjian kerjasama dalam perang melawan teror dengan AS, kata Hafiz Muhammad Saeed, seorang pemimpin senior Pakistan dari Dewan Pertahanan (PDC).
Sekitar 3.000 aktivis dari Dewan, yang menyelenggarakan demo, juga bertindak sebagai penjaga bersama 1.000 polisi.
Saeed adalah pemimpin badan amal, Jamaat-ud-Dawa dan mendirikan Lashkar-e-Taiba (LeT), memperingatkan bahwa kita tidak akan lagi mentolerir serangan di tanah kami.
“kita akan menghormati orang Amerika jika mereka tinggal di Pakistan sebagai tamu tetapi setiap agenda lain tidak akan ditoleransi,” kata Saeed yang bersumpah setia berkorban untuk menjaga dan menegakkan kedaulatan dan integritas wilayah negeri Pakistan.
Sejak serangan bulan lalu, Pakistan telah menuduh bahwa pasukan pimpinan AS sengaja melakukan serangan udara yang menewaskan dua lusin prajurit, tetapi AS telah menegaskan insiden 26 November itu suatu kesalahan yang disesalkan.
Sebagai tanggapan, Pakistan telah menutup perbatasan Afghanistan untuk menahan konvoi suplai NATO, memboikot konferensi Bonn dan memerintahkan personil AS untuk mengosongkan sebuah pangkalan udara yang digunakan oleh CIA.
Seorang fotografer AFP yang hadir dalam protes ini menyebutkan, jumlah demonstran lebih dari 40.000 sementara dua pejabat polisi senior mengatakan lebih dari 70.000 orang menghadiri protes tersebut.
Para pemrotes melambaikan bendera partai Islam masing-masing dan berteriak,”Teman-teman dari AS pengkhianat dan hidup Pakistan.”
Liaqat Baloch, seorang pemimpin tertinggi dari partai radikal, Jamaat-e-Islami, mengatakan bahwa Kami tidak akan membiarkan Pakistan menjadi koloni AS.(cyber sabili/dwn/Inas)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah