VALPARAISO – Sebastian Pinera diambil sumpah sebagai presiden baru Cile, sementara gempa susulan berkekuatan 7,2 mengguncang bagian tengah negara Amerika Selatan selatan yang dilanda gempa dahsyat bulan lalu. Gempa bumi tersebut berpusat di Kawasan O’Higgins, Sekitar 140 km selatan kota pesisir Valparaiso, tempat pelantikan berlangsung.
Gempa susulan tersebut mendorong pihak berwenang mengeluarkan peringatan tsunami dan perintah evakuasi di kawasan pesisir negara tersebut. Upacara pengambilan sumpah Pinera, yang dihadiri beberapa presiden di kawasan Amerika Selatan dan para tamu penting lain, tetap berlangsung seperti rencana di gedung Kongres di Valparaiso.
Dalam pidato pertamanya sebagai presiden, Pinera, seorang miliuner berhaluan politik kanan tengah, menyeru warganya agar mematuhi perintah evakuasi. Dia juga mengatakan, siap untuk menghadapi tantangan untuk membangun kembali beberapa bagian negaranya yang hancur akibat gempat bumi dahsyat bulan lalu.
Presiden Pinera adalah politisi kanan tengah pertama yang berkuasa di Cile sejak akhir pemerintah militer 20 tahun silam. Naiknya Pinera sekaligus mengakhiri dua warsa kepemimpinan sayap kiri di negara itu.
Sang miliuner tidak hanya menghadapi tantangan untuk melakukan rekonstruksi, tapi juga mengambil alih posisi dari tangan politisi sangat populer Michelle Bachelet. Bachelet adalah presiden wanita pertama di Cile.
Bachelet meninggalkan kursi presiden dengan rating popularitas 84 persen, meski pemerintah pimpinannya dikecam atas reaksinya terhadap gempa berkekuatan 8,8 pada skala Richter dan tsunami yang terjadi kemudian. Bencana alam tersebut menelan hampir 500 korban jiwa.
Sebelum suksesi resmi terjadi, kepala badan manajemen bencana Cile, Carmen Fernandez, mengundurkan diri enam hari setelah pimpinan dinas oseanografi AL Cile dipecat, karena lalai mengeluarkan peringatan bahaya tsunami. (republika)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah