CANBERRA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan tiba di Canberra hari ini untuk kunjungan tiga hari di Australia. Salah satu agenda pertemuan dengan Perdana Menteri Kevin Rudd, menurut pers lokal, adalah membahas soal pencegahan penyelundupan manusia.
Pada hari Rabu besok, Presiden Yudhoyono akan berpidato di depan sidang gabungan khusus Parlemen Federal.
Kunjungannya bertepatan dengan peluncuran sebuah kampanye iklan televisi yang mendesak Presiden SBY agar mengekstradisi orang-orang yang diduga membunuh lima wartawan Australia yang dikenal sebagai Balibo Five di Timor Timur tahun 1975. Kampanye itu menampilkan janda dari salah-satu jurnalis Australia yang tewas tersebut.
Sebelumnya, kisah tewasnya lima wartawan Australia di Timor Timur (sekarang Timor Leste, red) telah difilmkan tahun lalu. Film yang disutradarai Robert Connolly ini mengisahkan mereka tewas dibunuh dengan cara yang brutal oleh tentara Indonesia pada tahun 1975. Para jurnalis tersebut adalah Gary Cunningham, Malcolm Rennie, Greg Shackleton, Tony Stewart, dan Brian Peters.
Pemerintah Indonesia menanggapi film yang dibintangi Anthony LaPaglia ini sebagai bersifat ofensif. TNI meminta agar LSF melarang peredaran film tersebut. Namun, hal itu kontradiktif dengan penjelasan otoritas RI bahwa para wartawan itu tewas secara tidak sengaja dalam sebuah baku tembak.
Sebelumnya, pada September, Departemen Luar Negeri telah meminta pejabat tinggi Deplu bertemu dengan Menlu Australia untuk meminta klarifikasi isu kasus ‘Balibo Five’, yang tengah diinvestigasi kembali oleh Kepolisian Federal Australia (AFP).(republika)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah