JAKARTA – Polri mengakui kesulitan menangkap pelaku pembobolan ATM nasabah bank di sejumlah daerah di Indonesia. Pasalnya sindikat jaringan ini terus berkembang.
“Harus diakui, kami kesulitan. Ini kasus besar dan serius. Penelusuran kami, jaringannya berkembang terus,” ungkap Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Ito Sumardi kepada wartawan di Mabes Polri, kemarin.
Ito mengungkapkan sindikat jaringan pembobol ATM ini terkenal licin dan cerdik, sehingga sulit dilacak di mana keberadaan para pelaku.
“Kita ini seperti membangunkan mereka (pelaku). Mereka sadar sedang kita buru, jadi cepat melarikan diri ke mana-mana,” ungkapnya.
Selain itu, Ito mengungkapkan jumlah kerugian yang diakibatkan dari pembobolan ATM sejauh ini sudah mencapai Rp10 miliar. Bareskrim sendiri sudah berhasil mengamankan 37 pelaku.
Polda Metro Jaya sebelumnya berhasil membekuk 14 tersangka pembobol dana nasabah melalui ATM. Polisi juga menangkap dua orang yang diduga kuat terkait dengan pembobolan ATM di Bali.
Seperti diberitakan, kasus pembobolan dana nasabah beberapa bank ini disinyalir menggunakan alat berupa mini kamera pengintai dan alat bernama skimmer.
Pascakejadian ini, bank-bank pun kian mengintensifkan pengamanan di sejumlah ATM, termasuk imbauan agar nasabah mengganti PIN mereka untuk meminimalkan peluang pembobolan. (okezone.com)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah