Belum lagi usai kita turut berduka atas musibah gempa yang menimpa saudara-saudara kita di Tasik, Cianjur dan beberapa daerah di Jawa Barat, kita dihentakan oleh gempa di Padang dan sekitarnya dengan skala dan korban yang lebih besar, disusul dua pekan kemudian gempa di Ujung Kulon, dan terakhir di Sulawesi Utara. Ratusan korban meninggal dunia terkubur di reruntuhan bangunan dan timbunan longsor, ribuan korban luka parah dan ringan, puluhan ribu rumah hancur rata dengan tanah, atau rusak berat tidak dapat dihuni lagi.
Bila kita renungkan fenomena alam yang terjadi di bumi kita tercinta ini, sungguh betapa lemahnya kita sebagai manusia, dan sungguh betapa Maha Perkasa Allah Pencipta Alam. Dihentakkan-Nya bumi beberapa menit saja, sungguh dahsyat akibatnya. Dan sekali lagi sungguh kita, manusia, betapa lemah tak berdaya. Adakah hikmah dibalik semua kejadian alam ini? Tentu ini adalah bagian dari cara Dia menebarkan kasih sayang-Nya kepada kita semua, agar kita dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kita alami.
Pertama, adalah bahwa Allah SWT pasti akan memberikan cobaan kepada setiap hamba-Nya baik sebagai pribadi, keluarga, maupun masyarakat atau bangsa seperti dalam QS Al Baqarah 155-157 diatas, agar kita tidak larut dalam duka ketika cobaan itu datang menimpa. Dalam tafsirnya Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Allah SWT memberikan cobaan kepada hamba-hamba-Nya dalam rangka melatih dan menguji keimanan dan kesabaran hamba tersebur.
Kedua, Allah SWT memberikan solusi dan kabar gembira kepada hamba-Nya yang sedang diberi cobaan dengan kesabaran dalam menerima cobaan tersebut, dan memberikan tuntunan dengan ucapan istirja’ (Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’uun), serta memberi pujian dan petunjuk pada-Nya.
Ketiga, bagi kita yang tidak tertimpa musibah, kejadian alam ini juga ujian dan sekaligus pintu amal kebajikan yang dibentangkan Allah SWT untuk membantu sesama. Ujian apakah kita bertambah keimanan dan kepedulian kita dan begitu banyak kebajikan yang dapat kita lakukan untuk membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita.
Semoga kita senantiasa menyadari betapa lemahnya kita, dan betapa sangat tergantungnya kuta kepada Allah Yang Maha Perkasa.
(Suara Bekasi-Asep Didi Kurnia,S.E)
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah