Dakta.com, Jakarta – Bagi kaum ABG teknologi dijadikan ajang sosialisasi diri. Namun, bagi calon Menkominfo Tifatul Sembiring, sebagai sarana bersekutu dengan KPK untuk memberantas korupsi.
Demikian salah satu program Tifatul di Jakarta, Selasa (20/10), jika dirinya masuk Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Menurut Presiden PKS ini, kemajuan teknologi harus juga merambah ke pemerintahan. Karena dengan begitu diharapkan dapat meminimalisir KKN.
“Ini akan meminimalisir, karena semua prosedur jelas. Suatu saat kita akan less paper. Jadi pejabat-pejabat tidak menerima cash tapi melalui transfer untuk menghindari uang suap. Jadi orang tinggal menyetor ke bank dan resinya dikasih tunjuk,” imbuh pria yang pandai berpantun ini.
Sehingga, ia mengharapkan, IT dapat terintegrasi. Atau paling tidak pemerintah pusat dapat mensponsori, memotori untuk tingkat provinsi, kabupaten, kota, provinsi. Janji Tifatul kedua adalah memadukan IT dengan sentuhan bisnis. Hal itu dilakukan agar pertumbuhannya dapat bersaing dengan dunia internasional.
“Sistemnya sangat mudah kita bangun, bahkan dengan teknologi dalam negeri,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Tifatul, dengan majunya teknologi juga diharapkan dapat memproteksi kerahasian negara. Karena, banyak persoalan terkait sistem informasi yang harus terbentengi dengan kuat.
Sektor transportasi di beberapa daerah terutama terpencil, ia menambahkan, juga tidak ketinggalan dijamah terknologi. Paling tidak secara informasi harus tersentuh. “Information Technology harus masuk ke sekolah-sekolah agar anak-anak didik lebih cepat memahami tentang IT,” tandas Tifatul.
Radio Dakta 107 FM adalah radio dialog informasi yang berkomitmen memberikan pencerahan dan mencerdaskan umat. Dalam kiprahnya selama 17 tahun mempunyai populasi pendegar sebanyak 1,9 juta orang* mayoritas berusia produktif dengan pengeluaran perbulan rata-rata lebih dari satu juta rupiah